Beranda DAERAH Temu Kangen Alumni SPENDU 07 Penuh Kekeluargaan

Temu Kangen Alumni SPENDU 07 Penuh Kekeluargaan

75
BERBAGI

AMBON,KDMaluku.com – Keluarga besar Alumni SMP Negeri 2 (SPENDU) Ambon angkatan 2007 menyelenggarakan temu kangen baik itu dengan pihak sekolah dalam hal ini Guru dan staf maupun dengan sesama alumni yang sudah berpisah 11 tahun.

Temu kangen yang berlangsung di sekolah rekonsiliasi ini, berjalan dengan penuh kekeluargaan, dibawah sorotan tema “Mempererat Tali Silahturahmi Dalam Kekeluargaan”.

Reuni tersebut selain dihadiri lebih dari 100 alumni yang berasal dari sejumlah daerah ini, juga dihadiri Kepala Sekolah, Guru dan staf SMP Negeri 2 yang hingga saat ini masih aktif mengajar.

Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan ini, dirangkai dengan berbagai kegiatan yakni, sosialisasi bahaya narkoba bagi generasi muda Maluku khususnya SMP Negeri 2, oleh ketua DPC Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Ambon, Ilham Sipautar dan ditutup dengan zikir bersama siswa-siswi serta buka puasa bersama semua alumni dan pihak sekolah.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Ambon, La Siteny, mengatakan menyambut baik temu kangen Alumni SPENDU 07.

Ia berharap, kegiatan ini tidak hanya dilakukan untuk saat ini saat ini, namun bisa berlanjut terus-menerus dalam mempererat tali silahturahmi baik diantara Alumni maupun dengan Guru.

“Atas nama pihak sekolah, kami berharap temu kangen dan silaturahmi seperti ini terus ditingkatkan. Semoga, ini akan mengawali langkah baik para alumni untuk terus berkarya dan berinovasi serta saling bertukar pikiran untuk berbuat lebih baik lagi. Baik untuk sekolah maupun untuk kepentingan masyarakat luas lainnya,” ujarnya.

Terlepas dari hal tersebut, kata La Siteny ibadah puasa yang dijalani umat Muslim sudah berjalan 18 hari mengacu pada keputusan Menteri Agama RI. Tentu selama menjalan ibadah puasa semua umat muslim merenungkan, menghayati, mengamalkan tentang kewajibannya.

“Insya Allah dengan niat kita yang tulus, kita bisa menjalankan ibadah puasa ini sampai selesai, hingga meraih kemenangan di Hari Raya Idul Fitri,”ucapnya.

Sementara itu, Ustadz Letsoen dalam tausiyah-nya mengatakan sebagai umat muslim sudah memiliki beban hukum untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan karena memang puasa Ramadhan adalah salah satu kewajiban yang harus dijalankan oleh umat muslim.

Dikatakan, hikmah puasa adalah untuk menjadi pribadi yang bertakwa. Hal ini sesuai dengan bagaimana ayat Alquran yang menyebutkan perintah untuk berpuasa di dalam surat Al-Baqarah ayat 183 “Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Hal ini tentu menjelaskan, bahwa kewajiban berpuasa ini diserukan kepada manusia-manusia yang beriman, sehingga nantinya akan membuat diri mereka sebagai manusia yang bertakwa. Bagaimana tidak, manusia beriman yang diseru, di dalam menjalankan puasa mereka akan meninggalkan segala bentuk kegiatan yang sejatinya diperbolehkan untuk dilakukan di hari selain Ramadhan, misalnya makan, minum, dan berhubungan suami istri pada siang hari. Hanya dengan keimananlah, manusia tersebut memiliki kemampuan untuk menjalankannya.

Selain itu, ibadah puasa juga menjadi ibadah yang tak mampu untuk diketahui oleh orang banyak. Bisa jadi, di depan banyak seseorang mengatakan sedang menjalankan puasa namun ketika tidak ada orang, ia melakukan apa yang dilarang selama puasa.

Sebaliknya, bagi orang yang memiliki keimanan, tanpa atau dengan pengetahuan orang banyak maka dirinya tetap akan merasa dilihat dan diawasi oleh Allah. Niatnya untuk berpuasa tetap dijalankan karena rasa takut akan keberadaan Tuhannya tersebut.

Selain itu, ibadah puasa dijadikan sebagai ajang untuk bertaqorubb atau mendekatkan diri kepada Allah. Meresapi keberadaan dirinya sebagai hamba yang selalu diawasi. Serta untuk menggapai pahala dan keridhoan di sisi Allah.

Ia sadar bahwa dengan menjalankan puasa maka Allah akan merasa senang dan ridha kepada dirinya. Sebaliknya, jika ia ingkar dan tak mau menjalankan ibadah puasa maka tentu saja Allah tidak menyukai hal itu karena telah tidak memiliki kepatuhan dan ketundukan pada perintah-Nya.

Sementara itu, Ketua Panitia Mahmud Latupono mengatakan, Reuni yang dilaksanakan sebagai ajang silaturahmi, reuni tersebut juga sebagai ajang pelepas kangen dengan sesama alumni dan pihak sekolah.

“Kegiatan ini sengaja kita lakukan untuk mempererat tali silaturahmi antar alumni beserta keluarga, sebagai wahana dalam rangka membentuk ikatan Alumni kuat dan terjalin hubungan erat serta membuka jalur peran serta Alumni bagi perkembangan SMP Negeri 2 Ambon,” tutupnya.