Beranda DAERAH Staf Ahli Gubernur Lantik DPD Wanita Katolik Maluku – Malut

Staf Ahli Gubernur Lantik DPD Wanita Katolik Maluku – Malut

125
BERBAGI

AMBON,Kabardaerah.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wanita Katolik Indonesia Maluku – Maluku Utara (Malut) Periode 2017-2022, dilantik Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Ronny Sam Wolter Tairas, mewakili Gubernur Maluku Said Assagaff, bertempat di Kantor Paroki Hati Kudus, Batu Gantung, Ambon, Sabtu (10/2)kemarin.

“Tanggungjawab sebagai DPD harus dimaknai sebagai kesempatan untuk melakukan kebaikan, memberi waktu dan talenta bagi kemaslahatan bersama, sehingga tidak dilihat sebagai beban,” tandas Gubernur Assagaff dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan Ronny Tairas.

Tanggungjawab ini, menurut Gubernur Assagaff, harus diterima dengan gembira dan dalam semangat untuk terus bekerja dengan siapa saja agar mendatangkan kebaikan bagi semua.

Menurut Assagaff, melakukan kebaikan bukan berarti tanpa resiko. Ada berbagai pengorbanan yang mesti dilakukan. Terkadang harus membagi waktu di antara keperluan pribadi dan organisasi, di antara berbagai tanggungawab yang lain, baik di dalam keluarga, gereja maupun masyarakat dan tantangan dari dalam maupun dari luar.

‘’Tetapi dengan melihat setiap kepercayaan yang diberikan sebagai kesempatan untuk berbuat baik, maka pasti akan ada semangat dan tekad untuk terus memberikan yang terbaik dalam menjalankan amanah melalui DPD Maluku – Malut,’’ tuturnya.

Pada pergumulan agama-agama, masyarakat dan bangsa bahkan dunia, dia katakan, semakin kompleks dengan berbagai persoalan yang muncul di tengah-tengah masyarakat.

Dirinya mencontohkan, kekerasan dalam rumah tangga, masalah kriminalitas, wabah penyakit, kerusakan lingkungan hidup, dan berbagai persoalan sosial lainnya.

‘’Ini membutuhkan partisipasi kita, termasuk Wanita Katolik di Wilayah Maluku – Malut. DPD Wanita Katolik yang merupakan aset gereja dan aset bangsa harus meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya melalui program-program yang menyentuh masalah-masalah riil yang sedang dihadapi Wanita Katolik pada khususnya dan persoalan perempuan pada umumnya,’’ papar Assagaff.

Dia menyebutkan, perempuan harus terus berkembang dan maju. Pendidikan yang tinggi, jabatan yang tinggi bukan hanya monopoli kaum laki-laki, namun dengan semangat kemitraan laki-laki dan perempuan, berbagai persoalan yang dihadapi dapat diatasi secara bersama-sama.

Dirinya juga berharap, DPD Wanita Katolik dapat menjalin kerjasama lintas agama, lintas instansi termasuk kerjasama dengan pemerintah dan swasta dapat terus ditingkatkan.

‘’Dalam dunia yang kian global ini, kita tidak bisa kerja sendiri-sendiri, kita perlu saling bekerjasama dan bersinergi dengan berbagai stakeholder,’’ tandas Assagaff.