Beranda DAERAH Pemda Maluku Gandeng Stackholder,Bahas Ekspor Ikan

Pemda Maluku Gandeng Stackholder,Bahas Ekspor Ikan

77
BERBAGI

AMBON – Kabardaerah.com Pemerintah Provinsi Maluku mengandeng stackholder terkait, antara lain bea cukai, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku, Balai karantina, Dinas Kelautan dan perikanan Maluku, Garuda dan angkasa pura, untuk membahas eksport, yang selama ini menjadi kendala dari pengusaha perikanan.

Pertemuan yang berlangsung di lantai dua kantor Gubernur Maluku ini, Selasa (9/1) dipimpin langsung oleh Gubernur Said Assagaff ini agar kedepannya Maluku bisa mendapat perlakuan khusus dalam hal ekspor ikan, baik itu dari modal transportasi laut maupun udara.

Usai rapat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Elvis Pattiselano, mengakui selama ini ada sejumlah perusahaan perikanan yang mengeluh terkait kesulitan speis untuk kargo, dimana dari pihak operator penerbangan hanya menyiapkan 4 ton/hari, sementara kapasitas pengiriman 7-8 ton. Bahkan diberikan batas waktu. Sehingga membuat 4 ton yang tidak terangkut dikirim melalui jalur antar pulau, salah satunya ke surabaya, namun tidak masuk dalam ekspor.

Lanjutnya, bahkan dokumen pengiriman 4 ton yang dikirim ke Bali, surabaya dan makassar tidak proses di Ambon, melainkan di Bali atau Jakarta. Menurutnya, hal ini yang akan dibahas kembali pada kamis 11 Januari 2018, dengan menggundang stackholder terkait bersama 13 Unit Pengolahan Ikan (UPI), guna mencari solusi terkait hal tersebut.

“Jadi kita harus punya data valid 13 UPI ini setiap hari bisa kirim berapa banyak ton setiap minggu. Untuk itu kita bantu fasilitasi, mungkin tidak menggunakan kargo komersil, tapi melalui pesawat kargo khusus. Itu yang tadi pak Gubernur harapkan dan kita akan tindaklanjuti,”pungkasnya.

Kedepan pihaknya merencankan untuk membuka pelayanan satu pintu di bandara pattimura maupun pelindo, guna memberikan perlakuan khusus untuk ekspor ikan segar.

“Misalnya untuk ekspor ada petugas bea cukai, disperindag, balai karantina, perikanan, garuda dan angkasa pura, Kareba ikan segar perlu perlakuan khusus,”tandasnya.

Selain itu dikatakan, kedepan Maluku sudah harus melakukan direct export (eksport langsung). Apalagi pelindo dan bandar udara beserta maskapai penerbangan sudah menyatakan kesiapan terkait hal tersebut.

“Tadi pak gubernur pimpin rapat, kita sebenarnya sudah siap untuk direct export,”tandasnya.

loading...