Beranda DAERAH Parah, Aleg DPRD Malteng Asal PDIP Ancam Mutasi Seorang ASN Dari Saparua

Parah, Aleg DPRD Malteng Asal PDIP Ancam Mutasi Seorang ASN Dari Saparua

326
BERBAGI

MALTENG,KabarDaerah.com,- Parah, salah satu Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah asal Partai PDIP berinisial DH, dicurigai telah menebar ancaman mutasi terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang bekerja di RSUD Kecamatan Saparua.

ASN tersebut bernama Suster Martha Zusanti Siahaya. Dia diancam akan dimutasikan dari RSUD Kecamatan Saparua ke Kecamatan Seram Utara.

Pegawai PNS pada RSUD Saparua itu diancam oknum Anggota Dewan Malteng yang diketahui berasal dari Negeri Porto Kecamatan setempat,tanpa memiliki alasan yang jelas.

Merasa terancam dengan isu yang diterima, Suster Martha melalui suaminya Roby Telehala kepada media ini Sabtu (6/1/2018) pagi tadi mengatakan, sebagai rakyat biasa, pihaknya sangat kecewa dengan sikap seorang wakil rakyat seperti itu.

Pasalnya, dirinya tidak mengetahui alasan pasti kenapa dia (suster) istrinya akan dimutasikan. Padahal secara sadar menurut istrinya dia tak pernah bebuat masalah di RSUD tempat ia bekerja selama ini.

Ditanya terkait kecurigaan keduanya atas oknun Anggota Dewan Maluku Tengah asal partai moncong Putih berinisial DH itu, Telehala menyatakan hal iti diketahui dari pengakuan Mantan Direktur RSUD Saparua, Dr. Handry Huwae yang saat itu memberitahukan via telephon.

Dia menceritakan, saat itu dia dan istri sedang berada di rumah, tiba-tiba si-perawat (istrinya) menerima telephon dari Mantan Dirut RSUD tersebut, beberapa hari sebelum malam pergantian tahun beberapa hari lalu.

“Istri saya di telpon sama mantan Direktur RSU Saparua Handry Huwae. Dia ditelpon dan ditanya, itu ada biking maslah apa di Proto?,”katanya mengutip keterangan sang istri saat itu.

Ditambahkan, setelah ditanya begitu oleh Dr. Huwae, istrinya langsung kaget,dan bertanya-tanya, “masalah apa”. Sebab semasa di porto dia (suster) tidak pernah bikin masalah.
Merasa penasaran lagi, dalam percakapan via seluler itu, istrinya pun bertanya balik kepada sang Dokter yang juga mantan Bosnya itu.

“Lalu dia tanya siapa Dok?.
Dokter jawab, ini ada anggota Dewan dari Masohi dia Telepon. Katanya mau kase pindah ose (mutasi) ke Seram Utara,”ujarnya meniru ucapan istri yang mengutip pembicaraan Mantan Direktur tersebut.

Setelah mendengar jawaban mantan bosnya itu, pasangan suami istri ini langsung mencurigai DH, salah satu pucuk pimpinan di DPRD Malteng, asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

“Lalu dia tanya anggota Dewan sapa, lalu mantan dirut ini jawab. Kalau saya bicara seperti ini suster pasti sudah tahu anggota dewan yang dari Porto itu siapa,”terangnya.

Dari keterangan Dr. Handri tersebut, memberikan kejelasan kepada keduanya bahwa Aleg Malteng tersebut tak lain tak bukan kecuali Demianus Hattu alias (DH). Bagaimana tidak, dari Negeri Porto, hanya DH sendiri yang lolos Anggota Dewan pada pileg 2014 lalu.

Ditambahkan, kata Dr. Handry, sambung Telehala, ktanya Anggota dewan itu akan memindahkan atau memutasikan ASN atau istrinya ini.

“lalu istri saya ini kaget.
dia kaget karena, bingung dasarnya alasannya apa, terus tidak pernah melakukan masalah,”ujar dia menambahkan.

Lama merenungi masalah tersebut, keduanya berfikir, dan saling bertanya, sebrnarnya ada apa. Lantas terlintas di benak sang istri, jangan-jangan ada indikasi politik.

Katanya, mungkin saja anggota dewan ini dia merasa mendapatkan acaman akan pesaing politik di Dapilnya yang kian menjamur saat ini.

Dan sang istri (suster) mungkin saja dicurigai memiliki kedekatan dengan masyarakat setempat yang bisa mengancam elektabilitas politikus senior itu di Dapilnya sendiri.

Karena itulah ancaman tersebut diberikan DH kepada Suster yang bekerja sebagai PNS sejak 2012 di RSUD tersebut.

Anggota DPRD yang sejatinya menjadi representasi rakyat di daerah, tidak seharusnya bersikap demikian. Bukan malah bersikap menebarkan ancaman-ancaman konyol terhadap rakyatnya sendiri.

Telehala yang hanya berprofesi sebagai buruh Tokoh ini merasa kecewa dengan sikap wakil rakyat tersebut.

Apalagi, tambah dia, sang Aleg ini juga merupakan pimpinan di DPRD Kabupaten Pamahanunusa itu.

“padahal beliau itu bukan anggota biasa, bahkan beliau seorang pimpinan di DPRD juga, tapi kenapa bisa berbuat seperti itu, jujur kami kecewa dengan sikap pejabat seperti ini,”katanya dengan nada kecewa.

Untuk mengetahui pasti benar tidaknya ancaman mutasi yang dilayangkan DH kepada istrinya, Keduanya berencana akan menemui langsung Direktur Umum (Dirut) RSUD aktif, Dr. Vita Nikijuluw untuk menanyakan langsung kepada sang Dirut.

Selain itu dirinya juga berharap setelah pemberitaan ini sampai ditelinga para pejabat di Daerah itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten setempat dapat mengambil sikap tegas, dan memihak pada rakyat kecil yang jelas-jelas tak apa kesalahan yang diperbuat. (LC)

loading...