Beranda DAERAH Gubernur: Jangan Terjebak Penjajahan Jaman Now

Gubernur: Jangan Terjebak Penjajahan Jaman Now

153
BERBAGI

AMBON – Gubernur Maluku Said Assagaff mengingatkan generasi muda di daerah ini, agar jangan sampai terjebak penjajahan jaman now.

Pernyataan tersebut Gubernur Assagaff tersebut disampaikannya pada peringatan 200 tahun atau dua abad perjuangan pahlawan nasional asal Maluku, Martha Christina Tiahahu, di Negeri Abubu, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa ( 2/1) kemarin

Apa itu penjajahan jaman now? menurut Gubernur Assagaff, kemajuan teknologi memungkinkan pesatnya pengembangan smartphone dan semacamnya.

“Di satu sisi, itu merupakan sebuah lompatan teknologi yang memberikan banyak kemudahan kepada manusia. Tetapi di sisi yang lain, bisa saja menjadi sarana intimidasi oleh pihak-pihak tertentu, untuk menjajah generasi muda kita,” terangnya.

Keterbukaan yang dimiliki internet, disebut Assagaff, menjadikan anak-anak kita dapat belajar cepat tentangan banyak informasi dan pengetahuan. Namun di sana ada informasi yang pantas untuk anak-anak, tetapi ada juga yang belum pantas.

Diavkatakan, ada sisi positif dan ada sisi negatif. Ini yang harus kita waspadai. Di internet, ada banyak aplikasi pembelajaran, cara belajar cepat dan efektif, ada buku-buku online dan yang lainnya.

“Tetapi ada juga permainan atau video game online yang justru jauh lebih digemari oleh anak-anak. Celakanya lagi para orang tua juga turut terbawa arus dan duduk-duduk main game online,” ujarnya.

Bahkan, menurut Assagaff, ada yang sampai lupa jam makan minum, apalagi jam belajar. Ujung-ujungnya anak-anak kita dibekali smartphone dengan tujuan supaya mereka tidak tertinggal dalam pelajaran, ternyata justru sebaliknya mereka lalu terjebak dalam jebakan kemajuan teknologi itu sendiri, dengan segala tawaran-tawaran yang menarik tetapi menyesatkan. Inilah yang dia maksudkan sebagai penjajahan jaman now.

“Lalu sekarang bagaimana dengan anak-anak muda Negeri Sila, Leinitu, Nalahia, Ameth, Titawai, Abubu dan Akon? Adakah niat dan tekad kalian tetap membara untuk mencontohi teladan sang gadis pemberani itu?,” kata Assagaff sembari bertanya.

Selaku Gubernur Maluku, dia lantas menantang anak-anak muda di daerah tersebut, untuk memiliki semangat juang yang sama. Memang konteks yang dihadapi sekarang ini, bukan lagi model penjajahan, dalam arti ekspansi militer seperti jaman dulu.

“Tetapi kita harus sadar, mata hati harus terbuka menatap kedepan, bahwa bila kita tidak mampu berkompetisi, maka bisa saja kita mengalami apa yang saya sebut penjajahan jaman now,” tuturnya.

Dia katakan, hari ini kita kembali belajar dari teladan pahlawan nasional Martha Christina Tijahahu. Oleh sebab itu, dia mengajak semua generasi muda di Maluku, khususnya kaum perempuan di Kecamatan Nusalaut, di negeri yang telah melahirkan gadis pemberani itu, untuk berani keluar, berani berkarya mendedikasikan diri dan kerja-kerja nyata, dengan mencontohi spiritualitas perjuangan beliau.

Menurut dia, usia muda bukanlah sebuah penghalang. Keterbatasan dan kesederhanaan, juga bukan masalah. Ada banyak jalan, cara dan metode, bisa dipakai untuk merubah kelemahan menjadi kekuatan. Merubah tantangan menjadi peluang dan harapan. Semua terpulang pada seberapa kuat niat dan komitmen.

“Coba kalian telusuri di mesin pencari internet, Google, ada berapa banyak anak-anak muda sederhana yang mampu berprestasi luar biasa di Indonesia, bahkan di tingkat dunia,” ujarnya.

Seharusnya motivasi dan semangat dari seorang Martha Christina Tijahahu, kata Assagaff, harus dimiliki dan dipegang teguh untuk dijadikan inspirasi bagi pencapaian masa depan.

Khususnya kepada keluarga besar ahli waris pahlawan nasional Martha Christina Tijahahu, Assagaff menilai, ini merupakan kebanggaan yang sangat berarti bagi mereka semua. Tetapi tentu saja berlaku juga bagi semua anak-anak di Negeri Maluku, dan di Indonesia.

“Karena itu beta mintakan warga masyarakat Abubu, juga negeri-negeri yang lainnya di Maluku, untuk merawat dan memelihara monumen kebangaan kita bersama ini,” harapnya.

Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku beserta masyarakat Maluku, lanjut Assagaff, pihaknya sungguh-sungguh memberikan apresiasi yang sangat tinggi, serta penghargaan yang tulus atas jasa perjuangan yang telah dilakukan oleh pahlawan nasional Martha Christina Tijahahu, bagi kemerdekaan negara dan bangsa Indonesia.

“Beta ingatkan kita bersama bahwa jalan panjang untuk membangun Maluku, yang diwariskan karena hasil perjuangan para pahlawan kita dahulu akan terus berlanjut,” pungkasnya.