Beranda DAERAH Gubernur Buka Pesparawi Ke-10 Di Kabupaten SBB

Gubernur Buka Pesparawi Ke-10 Di Kabupaten SBB

183
BERBAGI

AMBON,Kabardaerah.com – Gubernur Maluku Said Assagaff membuka Swcar resmi Pesta Paduan Suara Gerejawi ke-10 yang berlangsung di kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), yang berlangsung dari tanggal 19 sampai 23 Nopember.

Pembukaan Pesparawi yang berlangsung di lapangan kantor Bupati SBB ini dihadiri oleh Dirjen Bimas Kristen, Kementrian Agama RI Thomas Pentury, Bupati/Walikota se-Maluku.

Gubernur dalam sambutannya, mengatakan Pesparawi yang dilaksanakan merupakan sejarah pearabadan keagamaann untuk perdamaian Maluku dan secara luas Indonesia.

“Dukungan masyarakat adalah gambaran kerukunan itu. Sebab persaudaraan sudah menjadi hidup orang Maluku, “ujarnya.

Dijelaskan, ada beberapa point penting untuk dijadikan refleksi, yaitu Pesparawi merupakan berkah yang luar biasa bagi Maluku, diamana toleransi kian terbuka antara kelompok masyarakat juga antar umat ber-agama.

Begitu pula, kata Assagaff Pesparawi adalah identitas diri dan gudang dari orang gemar bernyanyi.

“Jadi jika Maluku menjuarai lagi Pesparawi tinhkat nasional lagi, itu karena kita terlahir sebagai juara sejatinya indonesia,”pungkasnya

Lanjutnya, dalam visi pemerintah provinsi sudah menegaskan hakekat kerukunan umat beragama. Yaitu maluku yang kaya tentang persaudaraan, harus dijadikan ideologi dan afrimasi semua umat beragama.

“Karena itu saya merasa perjumpaan malam ini bukan kebetulan. Hakekatnya pada kita berbagi dan bersyukur menjadi bagian dari anak negeri, bukan untuk belajar menjadi pemimpin diantara rakyat, melainkan hidup diantara rakyat,”ceritanya.

Bupati SBB Yasim Payapo dalam sambutannya, mengungkapkan masyarakat SBB dengan bangga memberikan dukungan untuk menyukseskan acara ini sehingga menjadikan Pesparwi ke 10 sebagai salah satu pesparawi yang terbaik.

Menurutnya, spirit orang basudara harus selalu di hidupkan dan belajar memahami dan mempercayai, menghargai, mencintai, sebagai falsafa hidup orang basudara Maluku, potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, sagu salempeng di bagi dua.

Dijelaskan, Pesparawi yang dilaksanakan sebagai media baku dapa orang basudara, baik itu dari suku, gender bahkan agama. Menarik lagi proses persiapan hingga pelaksanaan pesparawi juga didukung oleh umat beragama lain, baik itu dalam kapasitas pengisi acara hingga akses stori, dapat menjadi modal sosial untuk mengembangkan Maluku sebagai laboratorium kerukunan umat beragama terbaik di Indonesia.

Sementara itu, Dirjen Bimas Kristen, kementerian Agama RI Thom Pentury dalam sambutannya, mengatakan atmosifr pembukaan tentu memberikan semangat terutama khususnya masyarakat SBB yang sesungguhnya sangat mencintai kerukunan dan toleransi.

“Pesparawi adalah sinergitas antara pemprov, pemkab dan kementrian agama dengan merangkul berbagai pihak untuk mendukung penuh sukssanya acara ini termaksud masyarakat,”terangnya.

Untuk itu Pesparawi diharapkan dapat memberikan ruang bagi semua elemen masyarakat, khususnya umat kristen untunk selanjutnya dapat berkontribusi positif dengan menjadikan kehidupan untuk memuliakan Tuhan.

“Merawat dan memelihara kerukunan dan toleransi harus terwujud dalam hidup berdampingan dengan orang berbeda agama. Menjamin kebebabsan dan rasa aman merupakan bagian dari ibadah,”tuturnya.

Ditempat yang sama, ketua
Ketua LPPD Maluku Paulus Kastanya dalam sambutanya, mengatakan Pesparawi yang dilaksanakan dapat membina sinergitas antar umat, dan modal kerjasama sebagai motivasi bersyukur atas karunia dan talenta yang diberikan, untuk memupuk rasa persatuan dalam bingkai kesatuan sebagai anak bangsa.

“Karena pesparawi secara penuh didukung oleh pemerintah dan lapisan masyarakat Maluku, maka sinergitas tersebut diperkuat dalam kononia kebangsaan itu sendiri,”tandasnya.

Olehnya itu, dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat dapat merawat keharmonisan bangs dengan bernyanyi. Sejalan dengan tema Pesparawi “Aku akan menyanyi dengan roh dan akal budi”.

Wakil Bupati Nus Akerina, selaku ketua panitia Pesparani dalam laporannya, mengatakan total peserta yang mengikuti Pesparawi Provinsi Maluku mencapai 2177 orang, yang terdiri dari Kabupaten MTB 180 orang, Kabupaten Maluku Tenggara 271 orang, Kabupaten Maluku Barat Daya 288 orang, kabupaten Buru Selatan 125 orang, kota Ambon 262 orang, Kota Tual 241 orang, Kabupaten Buru 27 orang, Kabupaten SBT 79 orang, kabupaten Kepulauan Aru 137 orang, Kabupaten Maluku Tengah 251 orang dan Kabupaten SBB 240 orang. Seluruh peserta tinggal di rumah jemaat baik yang ber-agama Kristen Protestan, Katolik maupun islam

Dijelaskan, peserta akan mengikuti 10 jenis lomba, yakni paduan suara jampuran diikuti 9 kabupaten/kota, paduan suara remaja pemud diikuti 8 kabupaten/kota, paduan suara anak diikuti 7 kabupaten/kota, paduan suara laki-laki sejenis diikuti 8 kabupaten/kota, paduan suara wanita diikuti 9 kabupaten/kota, Solo usia 6 – 8 diikuti 10 kabupaten/kota, Solo usia 9-12 diikuti 11 kabupaten/kota,
Remja wanita 10 kabupaten/kota, Remaja laki-laki diikuti 10 kabupaten/kota, Vokal group diikuti 9 kabupaten/kota, eksebisi music pop Gereja diikuti 6 kabupaten/kota.

Seluruh lomba akan berlangsung di tiga tempat, yakni paduan suara berlomba di gedung nunusaku center, vokal group dan solo berlangsung di gedung hatutelu, dan eksebisi music pop gereja bertempat dilokasi pameran.

Disamping pelaksanaan lomba pesparawi juha dilaksanakan pameran potensi dan produk unggulan daerah yang diikuti 4 kabupaten/kota, isntasi pemerintah, BUMN, BUMD dan pengusaha, yang terdiri dari 47 stand.