Beranda DAERAH Generasi Milenial Diminta Kritis Terhadap Upaya Pecah Belah

Generasi Milenial Diminta Kritis Terhadap Upaya Pecah Belah

169
BERBAGI

 

AMBON,Kabardaerah.com – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh rakyat Indonesia, khususnya para generasi muda atau generasi milenial sebagai penduduk mayoritas di negeri ini, untuk senantiasa kritis terhadap upaya memecah belah bangsa, serta merendahkan martabat bangsa.

“Saya juga minta agar senatiasa waspada terhadap upaya infiltrasi ideologi dengan cara yang sangat halus, dan keinginan yang ingin merubah atau menggantikan Pancasila,” ujar Presiden Jokowi,  dalam sambutan tertulisnya, dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Hamin Bin Thahir, pada upacara peringatan Hari Bela Negara, yang berlangsung di pelataran Kantor Gubernur Maluku, Selasa (19/12).

Itu sebabnya, Presiden Jokowi menyebutkan, upaya bela negara menjadi sebuah keharusan dan kewajiban bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia, damanapun berada.

Menurut Presiden Jokowi, dinamika dan tantangan kehidupan bernegara saat ini, telah menuntut seluruh masyarakat wajib melakukan tindakan yang nyata dalam mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI.

“Memasuki era milenium ini, tantangan dan ancaman terhadap kedaulatan negara dan keutuhan wilayah maupun keselamatan segenap bangsa, agar tidak lagi bersifat tradisional atau ancaman militer, tetapi sudah bersifat multidimensional dan berada di setiap lini kehidupan,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia menilai, bentuk aktualisasi kecintaan terhadap tanah air atau patriotisme dan nasionalisme, sudah barang tentu jauh berbeda dengan era perjuangan para pendahulu kita, karena bentuk dan sifat ancaman yang dihadapi pun berbeda.

Kemudahan dan kecanggihan akses digitalisasi internet di abad millenium, disebut Jokowi, sudah sangat potensial mempengaruhi mindset manusia, termasuk beragam informasi dan paham-paham yang dapat merubah moral dan keperibadian suatu bangsa.

Dia juga mengajak, para generasi muda yang merupakan, calon pemimpin di masa mendatang, untuk harus berperan dan bangga dengan ke-Indonesia,nya serta harus hebat untuk dirinya, untuk bangsanya dan negaranya.

“Karena itulah bagian dari bentuk bela negara yang sesungguhnya di era kekinian,” tandasnya.

Tantangannya sekarang, menurut Presiden Jokowi, adalah bagaimana para generasi muda Indoneia ini meningkatkan kualitas pengorbanan kepada bangsa dan negara dihadapkan pada bentuk dan sifat ancaman modern tersebut.

Selain itu, lanjut dia,  ancaman yang mengganggu kedaulatan NKRI, muncul dari tindak pidana kejahatan luar biasa, sebagai contoh, korupsi termasuk didalamnya pungutan liar, yang terlah nyata-nyata merusak fondasi kekuatan kita sebagai bangsa dan menjauhkan rakyat dari kesejahteraan.

“Upaya untuk melawan korupsi di semua tingkatan merupakan wujud pembelaan kita pada negara,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Presiden Jokowi, kita juga menghadapi ancaman keamanan yang terkait dengan kejahatan internasional, yang dilakukan oleh aktor non-negara. Mereka memiliki kemampuan teknologi serta dukungan finansial yang kuat, dengan jaringan yang rapih dan tersebar di sejumlah negara.

Dia katakan, banyak anak-anak kita yang terjebak dalam ketergantungan pada narkotika. Banyak warga negara kita yang juga masuk dalam jaringan perdagangan manusia.

“Kita harus melawan kejahatan kemanusiaan ini, sebagai bagian dari kencintaan kita pada tanah Air,” tegasnya.

Presiden Jokowi mengakui, kesadaran bela negara menjadi hal yang paling urgen untuk ditanamkan, sebagai landasan sikap mental dan perilaku bangsa Indonesia. Sebab itu merupakan revolusi mental, sekaligus untuk membangun daya tangkal bangsa dalam menghadapi kompleksitas maupun dinamika ancaman, dan untuk mewujudkan ketahanan nasional.

Kesadaran bela negara, tambahnya, dapat diaktualisasikan dalam peran dan profesi setiap warga negara. Oleh karena itulah, Presiden Jokowi berharap agar kader bela negara yang ada diberbagai daerah di seluruh Indonesia, dapat menyebarkan nilai-nilai bela negara kepada lingkungannya masing-masing.

“Sehingga bela negara menjadi kesadaran nasional dan gerakan nasional, sebagai bentuk tanggung jawab kita semua dalam mempertahankan negara dan menjaga kelangsungan hidup didalam NKRI, yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” pungkasnya.