Beranda DAERAH Dihadang Polisi, Demo HMI di Ambon Sempat Ricuh

Dihadang Polisi, Demo HMI di Ambon Sempat Ricuh

39
BERBAGI

AMBON,KDMaluku.com – Geram dengan aksi kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap anggota HMI saat demo di depan istana negara di Jakarta beberapa hati lalu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon melancarkan aksi demonstran di Kota Ambon, Jumat (25/5).

Aksi demo yang di lakukan HMI sempat menimbulkan kericuhan.

Penyebabnya, para pendemo yang berinisiasi menuju Polda Maluku, ditahan di seputaran JL. Pattimura Ambon tepatnya depan kantor Bank Maluku-Maluku Utara dihadang aparat kepolisian.

Alasan penghadangan ini dikarenakan aksi tersebut tidak mengantongi surat izin dari pihak keamanan.

Akibat dihadang itu, para pendemo sempat terlibat kericuhan dengan aparat yang menghadang. Alhasil, satu orang pendemo ditahan pihak keamanan.

Dengan ditahannya salah seorang anggota HMI, kericuhan semakin menyeruak sehingga menyebabkan sejumalah kantor yang berada disekitar seperti kantor PT. Telkom Pattimura menutup pintu pagar.

Setelah negosiasi dengan aparat keamanan, akhirnya pendemo membubarkan diri.

Aksi puluhan personil HMI Cabang Ambon ini dilangsungkan di beberapa titik di Kota Ambon sebelum terlibat cekcok dengan pihak keamanan.

Bermula dari perempatan Masjid Raya Al-Fatah, aksi dilanjutkan di depan kompleks Monumen Gong Perdamaian Kota Ambon tepatnya di perempatan depan Polsek Sirimau Ambon.

Dalam aksi itu, para pendemo dari HMI Cabang Ambon yang dipimpin oleh Koordinator Lapangan Mizwar Tumagola dikatakan sebagai aksi solidaritas atas tindakan kekerasan ya g dilakukan aparat kepolisian terhadap sejumlah kader HMI Ketika menggelar aksi demo di depan istana negara di Jakarta dalam rangka memperingati 20 Tahun Reformasi.

HMI Cabang Ambon menilai tindakan aparat kepolisian di Jakarta terhadap rekan se HMI mereka sangat tidak profesional karena melakukan kekerasan dalam menghadapi pendemo.

Melalui aksi demo kemarin di Ambon, ada sejumlah point tuntutan yang disuarakan melalui pernyataan sikap.

Diantaranya, demonstrasi adalah bagian dari ekspresi menyatakan pendapat yang keberadaannya dijamin dalam negara demokrasi sehingga penanganannnya perlu dilakukan secara profesional tanpa menimbulkan korban.

Kedua, mengutuk keras cara aparat kepolisian yang tidak profesional dalam penanganan aksi tersebut.

Ketiga, menuntut kepolisian bertanggungjawab atas timbulnya korban dalam aksi tersebut.

Keempat, meminta kepolisian melakukan pengusutan dan penindakan atas ketidakprogesional yang dilakukan anggotanya agar di masa depan tidak adalagi peristiwa serupa.

Kelima, meminta kepolisian untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas hal tersebut.