Beranda DAERAH 45 Pemural Ikut Maluku Mural Festival 2018

45 Pemural Ikut Maluku Mural Festival 2018

88
BERBAGI

AMBON,KDMaluku.com – 45 pemural yang berasal dari kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Maluku Tenggara turut berpartisipasi dalam Maluku Mural Festival 2018 (MMF 18), yang diselenggarakan pemerintah provinsi Maluku, dalam hal ini Biro Hukum dan HAM Setda Maluku.

Kegiatan yang baru pertama kali diselenggaraan ini, berlangsung selama dua tahap, yaitu pembekalan peserta pada tanggal Juni 2018 bertempat di kantor Gubernur dan pelaksanaan Festival mural pada tanggal 8-10 juni 2018 di perigilima, dibawah sorotan tema “Hak Asasi Manusia Dalam Prespekti Budaya Maluku”.

Plt Gubernur Maluku Zeth Sahuburua dalam sambutannya, dibacakan Asisten II bidang kesejahteraan sosial dan administrasi setda Maluku, Marice Lopulalan, sebelum membuka Maluku Mural Festival 2018, yang berlangsung di halaman kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Maluku, jumat (8/6), menyambut gembira dan memberikan apresiasi yang tinggih terhadap pelaksanaan kegiatan Festival Seni Mural.

“MFV 18 adalah mural perdana yang diadakan oleh pemprov Malu dan diupayakan dapat terselenggara secara berkelanjutan atas inisiati seluruh OPD terkait dengan melibatkan potensi anak daerah pelaku mural,”ujarnya.

Dirinya menilai kegiatan ini sangat penting dan memiliki makna yang strategis sebagai media untuk menyerukan atau menyebarluaskan isu sosial budaya di Maluku dalam kerangka penegakan dan kemajuan Hak Asasi Manusia.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi motivasi bagi pelaku seni rupa khususnya pemural untuk berkarya dan berkontribusi, baik secara individu maupun bersama-sama dalam upaya dan memelihara arisan budaya dan kearian lokal di Maluku dari generasi ke generasi melalui arya seni visual yang nyata dan berkelanjutan.

“Perlu diketahui bersama baha mural adalah cabang seni lukis yang menggunakan media berukuran luas atau besar dan bersifat permanen,”tuturnya.

Dijelaskan, mural adalah cabang seni lukis yang menggunakan media berukuran luas atau besar dan bersifat permanen. Mural dikenal sebagai seni public karena lokasi keberadaannya. Kini mural telah menjadi media ekspresi alternative bagi para seniman yang menyalurkan aspirasi langsung kepada masyarakat, sehingga mural tidak hanya berfungsi menggambarkan keindahan, namun juga mengandalkan kondisi sosial yang bergojolak di masyarakat.

Dirinya berharap MFV 18 dapat mendorong percepatan pembangunan di provinsi Maluku sesuai visi misi pemprov Maluku yang inovati dan kreatif khususna pada sektor paraisata, pendidikan dan kebudayaan serta kepemudaan.

Sementara itu, ketua panitia MFV 18 R.J, Engko dalam laporanna, mengatakan MFV 18 melibatkan 45 pemural yang tergabung dalam 21 tim berasa dari kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Maluku Tenggara.

Sementara narasumber sekaligus bertindak sebagai dan juri, yakni seniman mural proesional Yogyakarta Samuel indratama dan Dr Abidin Wakano Dosen IAIN Ambon.

Dirinya berharap, melalui MFV 18 dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang HAM, meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat Maluku dan pemerintah tentang pentingnya peranan seni dalam kehidupan sosial, kebudayaan,kepariisataan dan kepemudaan serta memberdayakan potensi pelaku seni rupa di Maluku dalam rangka pengembangan seni rupa Maluku.

loading...