Beranda DAERAH 15 Tahun Dikerjakan, Akhirnya Gereja Luma Keleye, Rumahkay Diresmikan

15 Tahun Dikerjakan, Akhirnya Gereja Luma Keleye, Rumahkay Diresmikan

362
BERBAGI

Ambon,KDMaluku.com – Keinginan masyarakat Rumahkay untuk memiliki gedung Gereja yang respresentatif akhirnya terwujud, dengan diresmikannya gedung Gereja Luma Keleye yang dikerjakan selama 15 tahun, 6 bulan, 10 hari.

Dalam kurun waktu yang cukup panjang tersebut, masyarakat maupun panitia pembangunan gedung Gereja Luma Keleye terus melakukan berbagai upaya, dalam mencari dana maupun mengumpulkan bantuan dari donator.

Kerja keras tersebut akhirnya terbayarkan dengan berdiri megahnya gedung Gereja yang memiliki dua lantai tersebut.

Dalam acara peresmian, masyarakat Rumahkay, baik yang datang dari Ambon dan beberapa daerah lain di Maluku bahkan provinsi lainnya, antusias menyaksikan peresmian sekaligus pentabisan gedung gereja Ruma Kaleye yang mempunyai arti rumah pertemuan dimana tempat orang percaya bersukutu.

Isak tangis dari masyarakat Rumahkay maupun tamu undangan pun pecah saat menyaksikan gedung Gereja ini diresmikan oleh Ketua MPH Sinode GPM Pdt.Drs.A.J.S.Werinussa, Plt Gubernur Maluku Zeth Sahubura dan Wakil Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Nus Akerina.

Proses peremian kemudian dilanjutkan dengan penekanan tombol untuk membuka tirai papan nama Gereja, sekaligus penguntingan pita serta dibukanya pintu Gereja oleh Drs.A.J.S.Werinussa, sekaligus menghantarkan masuknya alat sakramen yang dibawah dari Gereja lama oleh majelis jemaat ke Gereja yang baru, diikuti ribuan jemaat Rumahkay untuk mengikuti ibadah perdana.

Usia ibadah perdana yang dipimpin langsung Drs.A.J.S.Werinussa, Plt Gubernur Maluku Zeth Sahubura, megutarakan dirinya terharu melihat semangat dan keras masyarakat Rumahkay untuk membangun gedung yang bisa menampung kurang lebih 1000 jemaat ini. Apalagi dikerjakan dalam kurung waktu yang cukup lama, 15 tahun, 6 bulan, 10 hari.

“15 tahun merupakan waktu yang cukup lama bagi masyarakat untuk bisa menempati gedung Gereja Rumah Keleye, dan Ini luar biasa. Saya kira kalau bukan dengan Iman yang sungguh-sunggu peecaya kepada Tuhan, gedung Gereja ini tidak bisa selesai dikerjakan,”ucapnya.

Menurutnya, dalam gedung Gereja ini didalamnya akan dilakukan pembinaan umat, baik secara spiritual baik maupun dalam membangun NKRI, dan teristimewa kabupaten SBB.

Dijelaskan, mental masyarakat Rumahkay untuk membangun rumah Tuhan tidak perlu diragukan lagi. Namun yang perlu diperhatikan adalah memelihara mental tersebut.

“Atas dasar itu, memelihara tentu jauh lebih besar, sebab membangun tanpa pemeliharaan tidak ada hasil yang baik,”cetusnya.

Sementara itu, Wakil Bupati SBB Timotius Akerina dalam sambutannya, memberikan apresiasi insitaif dan kerja keras dari jemaat GPM Rumahkay dan panitia pembangungunan serta dukungan dari luas biasa dari klasis dan sinode, dalam pembangunan Gereja yang baru dalam meningkatkan pelayanam lebih efektif.

“Sebagai anak negeri, dirinya bangga bisa menandatangani prastasi peresmian dan berharap Gereja harus mejadi sumber inspirasi untuk kebersamaan dan persatuan di bumi saka mese nusa,”harapnya.

Tak lupa dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat terkhususnya umat Kristiani di kabupaten SBB, untuk memeliharaan keamaan, terutama menjelangf pemilihan Gubernur – Wakil Gubernur.

“Sebagai orang hisup oramg basudara, saya berpesan mari katong biking bae semua pelayanan kepada Tuhan, sehingga berkat yang katong terima selama apa yang katong lakukan,”pintanya.

Selain itu, Ketua MPH Sinode GPM Pdt.Drs.A.J.S.Werinussa, mengatakan sebenarnya Gereja adalah miniatur dari pembangunan jemaat melalui pembangunan gedung Gereja. yang menjadi masalah bukan soal material, tetapi adalah pembangunan manusia di dalam gedung Gereja.

Karena itu, menurutnya subtansi yang terdalam dari pembangunan gedung Gereja adalah mengerahkan dan mengarahkan orang-orang, untuk bekerja,. Dimana hal ini sama persis dengan subtansi pelayanan pembangunan jemaat, yaitu mengerakan dan mengarahkan orang-orang untuk bekerja bagi pelayanan pemberitaan injil di seluruh GPM.

“Memggerahkan saja tidak cukup, tetapi kita butuh diarahkan dan kalau kita sekedar mengerahkan saja, maka kita bisa menjadi liar di dalam proses pembangunan jemaat itu,”cetusnya.

dari pembangunan Gereja ini, jelasnya jemaat Rumakay telah berhasil melalukan tanggungjawab kedalam dari Gereja adalah memgerahkan dan mengarahkan.

Dalam pembangunan gedung Gereja, lanjutnya banyak sekali masalah yang muncul, tetapi kita bisa menyelesaikan, karena kita mampu mengerahkan kepada tujuan yang ingin dicapai.

“Semoga ini.dipakai dalam pelayanan GPM di jemaat ini untuk hari-hari yang akan datang,”pintanya.